Cara Install Memcached pada Apache2 dan PHP 8 di Ubuntu 20.04, dan Konfigurasi pada WordPress

Cara Install Memcached di Ubuntu 20.04, dan Konfigurasi pada WordPress – Memcached adalah system penyimpanan memori dengan kinerja tinggi untuk mempercepat aplikasi web dengan mengurangi load pada database yang disimpan dalam memori. Tentunya jika kita memiliki sebuah website pasti ingin kinerja website yang cepat saat diakses.

Benefit apa yang kita dapatkan dari meng-install memcached di server kita diantaranya:

  • Mempercepat kinerja aplikasi web
  • Meringankan load pada database
  • Mengurangi beban kinerja server

Dengan mengurangi beban kinerja server tentu instalasi memcached sangat membantu untuk webserver yang memilki traffic yang luar biasa tanpa harus menghabiskan ratusan dolar sebulan untuk menyewa dedicated server.

memcached usage
Sumber: memcached.org

Page Cache: 478ms menjadi 30.75ms

93.57%

Database Cache: 2539ms menjadi 5.06ms

99.8%

Apa saja yang dibutuhkan untuk Install Memcached?

Step 1: Update Package

Sebelum memulai instalasi, seperti biasa kita membutuhkan akses ke server via SSH. Setelah login ke server via SSH, pastikan dan biasakan untuk melakukan update package index. Agar semua package yang terinstall diperbarui ke versi yang baru.

sudo apt update

Step 2: Install Memcached

Pastikan kita telah menginstall Apache2 dan PHP, secara default Memcached sudah tersedia pada Ubuntu repository. Atau bisa mengunjungi web resmi Memcached.

sudo apt install memcached libmemcached-tools -y

Setelah instalasi berhasil, verifikasi status Memcached:

sudo service memcached status
● memcached.service - memcached daemon
     Loaded: loaded (/lib/systemd/system/memcached.service; enabled; vendor>
     Active: active (running) since Thu 2021-09-02 02:47:53 UTC; 1 day 13h >
       Docs: man:memcached(1)
   Main PID: 506 (memcached)
      Tasks: 10 (limit: 1154)
     Memory: 2.1M
     CGroup: /system.slice/memcached.service
             └─506 /usr/bin/memcached -m 64 -p 11211 -u memcache -l 127.0.0>

Sep 02 02:47:53 ip-xxx-xx-xx-xx systemd[1]: Started memcached daemon.

Sekarang kita sudah berhasil melakukan instalasi Memcached dan berjalan.

Step 3: Konfigurasi Memcached pada Apache2 dan PHP 8

Konfigurasi Memcached Apache2

sudo nano /etc/memcached.conf

Cari dan pastikan default -l parameter adalah 127.0.0.1, jika sesuai maka tidak perlu dirubah. Yang perlu ditambahkan adalah menonaktifkan UDP untuk menghindari serangan DDoS.

-l 127.0.0.1

Tambahkan pada baris terakhir dan simpan file.

-U 0

Restart memcached service agar berfungsi:

sudo systemctl restart memcached

Konfigurasi Memcached PHP

Install module memcached PHP menggunakan perintah berikut:

sudo apt install php-memcached

Restart apache service agar module php-memcached berfungsi:

sudo service apache2 restart

Verifikasi instalasi Memcached:

Untuk mengetahui apakah Memcached support pada server, kita buat file php info, yang kemudian kita hapus setelahnya:

nano /var/www/html/phpinfo.php
<?php
	echo phpinfo();
?>

Simpan file dan tutup editor, kemudian buka web browser dan akses file phpinfo.php.

Jika server support memchached, maka akan muncul tabel informasi seperti dibawah ini:

memcached php success

Jangan lupa untuk menghapus file phpinfo.php demi keamanan.

Step 4: Konfigurasi WordPress

install Memcached wordpress
Mengkonfigurasi Memcached pada WordPress

Dibutuhkan ekstensi atau plugins untuk mengaktifkan Memcached. Pada tutorial ini saya menggunakan plugin W3 Tools Cache, bisa menggunakan plugins yang berfungsi sama misalnya: Litespeed Cache, W3 Tools Cache, Use Cache, Siteground Optimizer dan lainnya.

Buka halaman WP admin dan tambahkan plugins dengan kata kunci W3 atau Memcached.

Install plugin W3 Tools Cache.

w3 jwredis
W3 tools cache

Kemudian aktifkan, dan pada dashboard admin akan muncul menu performance. Pilih General Settings dan aktifkan Page Cache, Database Cache, Object Cache dan set Method menggunakan Memcached, kemudian Save Settings.

memcache database object w3
Database Cache & Object Cache
memcached minify page w3
Page Cache & Minify

Setelah itu lakukan test setiap kontrol cache apakah berfungsi, jika muncul Test Passed dan berwarna hijau itu berarti Page, Database, Object Cache berhasil.

w3 memcached passed
Memcached test passed

“Test passed” mengindikasikan bahwa memcached berfungsi dengan baik menggunakan plugins W3 Tools Cache


Setelah semua settings di save, logout dari WordPress admin, dan jelajahi web sebelum menggunakan memcached dan sesudah. Alternatif lain yang menggunakan Redis sebagai penyimpanan memori.

Demikian Tutorial Cara Install Memcached di Ubuntu 20.04, dan Konfigurasi pada WordPress.

Semoga bermanfaat.

Tinggalkan komentar